Headset Pembaca Pikiran

oleh Abdalah Gifar dan Hafiyyan



Ini bukan sulap, bukan sihir. Anda tak perlu susah-susah menjadi master sulap atau apapun namanya, untuk menggerakkan sesuatu tanpa menyentuhnya. Otak Anda dapat melakukannya. Tentu untuk melakukannya, Anda harus dibekali suatu alat khusus layaknya Nobita yang tak dapat lepas dari alat dari kantong ajaib Doraemon. Seperti yang kita liat di film-film futuristik memang, tetapi kini alat seperti itu memang benar-benar telah diciptakan. Alat itu disebut Mind-reading headset.

Ini adalah inovasi dari teknologi sebelumnya dari teknologi yang serupa. Peneliti telah mengembangkan sistem yang membaca gelombang otak - dalam bentuk electroencephalogram (EEG) sinyal - untuk membantu orang cacat atau menderita kelumpuhan kontrol kursi roda, bermain game Movie Kamera, atau mengetik di komputer. Anda dimungkinkan untuk mengontrol teknologi dengan sinyal-sinyal listrik yang dihasilkan oleh penembakan neurons dalam otak Anda. Hubungan kita dengan teknologi - dan otak kita- tidak akan pernah sama lagi.

Prestasi manis dari Adam Wilson ini sebenarnya biasa saja. Dia menggunakan sistem yang biasa disebut BCI2000. Bahkan teknologi ini ditemukan di ratusan laboratorium di seluruh penjuru dunia. Teknologi ini dapat melakukan fungsi keyboard untuk program perangkat lunak. Namun ini signifikan dengan tepat dan dengan "kesepeleanya": Teknologi baca pikiran akan berdampak besar-besaran tahun ini.

Pada bulan yang akan datang, headset ini akan diobral ke masyarakat umum. Kini, dua perusahaan tengah mempersiapkan perangkat yang serupa ke pasar untuk diperjual kepada konsumen. Orang Australia pengeluar Emotiv, headset yang memiliki 16 sensor. Alat tersebut memungkinkan orang untuk langsung melakukan 12 gerakan berbeda dalam sebuah permainan komputer. Emotiv firman helm juga dapat mendeteksi emosi.


Sebanding dengan PC yang menjalankan Windows, tahun ini akan menghasilkan sekitar $ 299. Mereka telah menunjukkan permainan di mana pemain bergerak untuk membangun kembali batu Stonehenge menggunakan kekuatan pikiran sendiri.

Sebuah perusahaan California, NeuroSky, juga telah membangun sebuah perangkat yang dapat mendeteksi emosi: yang tegas mengatakan apakah Anda fokus, santai, takut atau cemas.

Daripada menjual langsung ke masyarakat, NeuroSky melakukan lisensi set-up-nya ke perusahaan lain, termasuk Mattel, Nokia dan Sega. Mattel, misalnya, akan segera menjual permainan yang melibatkan levitating pemain bola menggunakan pemikiran sendiri.

Perangkat ini adalah sungguh murah, terutama bila dibandingkan dengan harga tag pada penelitian-grade EEGs yang dapat berjalan hingga ratusan ribu dolar. Headset Emotiv akan dijual sekitar $ 299, sedangkan Mattel mengeluarkan harga hanya $ 80. Dengan harga relatif rendah, komunikasi antarotak ini kemungkinan besar akan populer - dan tidak hanya bagi orang-orang yang ingin bermain dengan mereka.

Mempertimbangkan apa yang terjadi pada saat revolusi hubungan antarmuka muncul beberapa tahun terakhir - pengendali tanpa kabel dari Wii, game konsol dari Nintendo. Para hacker mulai bereksperimen; jutaan orang telah melihat bagaimana hubungan antarmuka dapat mengalihkan industri untuk membuat sebuah robot bermain tenis, melacak pergerakan kepala orang dan membuat TV biasa berlayar tiga dimensi.

Anda juga dapat mengharapkan beberapa pikiran-hacks meniup ke hasil sekali Emotiv dan NeuroSky saat merilis perangkat mereka. Yang pasti akan membantu mempercepat perkembangan otak pengendali.

Tapi yang paling menarik akibat banjir datang dari gelombang adalah teknologi tidak sama sekali. Orang tua, dan orang lain yang menjadi sekolah yang kabur memori. parahnya anak muda sekarang ini memiliki fasilitas dengan teknologi interaktif dapat kehilangan arah.

Sudah ada spekulasi tentang bagaimana internet, dan permainan interaktif lainnya adalah teknologi mengubah otak dari generasi - walaupun belum tentu cukup beralasan. Tetapi untuk generasi sesudah itu, maka akan biasa menggunakan komputer untuk mengendalikan pikiran sendiri. Mengingat adapatasi dan kelenturan dari otak manusia yang luar biasa, bagaimana kita hardware dan software biologikal kita akan menyesuaikan diri?

sumber:
http://www.newscientist.com
http://emotiv.com

Internet, Antara Iya dan Bukan


Sebuah pernyataan terlontar, internet bukan media massa. Teringat bentuk soal matematika yang tidak biasa saat dulu di SMA. Soal tidak ditanyakan berapa atau apa hasilnya (sama dengan berapa), melainkan sebuah soal yang telah ada jawabannya dan yang diminta adalah buktinya (langkah-langkahnya). Pada akhir pembuktian harus ada kesimpulan, pernyataan itu benar atau salah. Yang terjadi, pernyataannya bisa jadi memang atau mungkin juga pembuktiannya yang keliru. Bila dianalogikan, seperti inilah persoalan yang diungkap kali ini. Pembuktian terhadap suatu statement. Menarik.

Ada dua variabel atau dapat dikatakan masalah yang ada pada pernyataan itu, yaitu internet dan media massa. Berbicara internet berarti berbicara perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (Information and Communication Technology/ICT), seperti yang diketahui, telah membawa sejumlah perubahan dalam kehidupan masyarakat dunia. Sekarang ini masyarakat dapat memperoleh informasi secara cepat dan lengkap dengan adanya jaringan komputer yang saling terhubung dari seluruh penjuru dunia (internet). Mekanisme baru dalam berkomunikasi, ditandai dengan penggunaan mutimedia dimana teks, suara, gambar atau grafis dapat diakses sekaligus ke dalam seperangkat media, telah mendorong perubahan di berbagai aktivitas industri komunikasi.

Dalam catatan McMillan(2004), teknologi komunikasi baru memungkinkan sebuah media memfasilitasi komunikasi interpersonal yang termediasi. Dahulu ketika internet muncul di penghujung abad ke-21, pengguna internet dan masyarakat luas masih mengidentikkannya sebagai ”alat” semata. Tak dapat dipungkiri awal "kelahirannya" internet memang hanyalah sebatas alat atau perangkat. Pengembangnya adalah Pentagon pada tahun 1960-an. Internet merupakan sistem hubungan jarak jauh dari berbagai jaringan komputer, yang dihubungkan melalui modem dan jalur telepon.

Berbeda halnya sekarang, internet menjadi ”media” tersendiri yang bahkan mempunyai kemampuan interaktif. Kasus serupa pernah "dialami" oleh radio, dan televisi. Awalnya, kedua benda tersebut benar-benar dimaknai sebatas barang alias alat. Namun, bila berbicara dalam konteks komunikasi, kedua barang elektronik tersebut tentu dimaknai lebih dari itu. Keduanya masuk dalam kategori media komunikasi massa. Sifat interactivity dari penggunaan internet sebagai media konvergen, telah melampaui kemampuan potensi umpan balik (feedback). Hal ini karena seorang khalayak pengakses media konvergen secara langsung memberikan umpan balik atas pesan-pesan yang disampaikan. Karakteristik komunikasi massa tradisional di mana umpan baliknya tertunda menjadi lenyap karena kemampuan interaktif dari internet. Dengan pemaparan demikian tidak serta merta internet dapat dikatakan sebagai media massa layaknya radio dan televisi. Pemaparan media massa akan berlanjut pada komunikasi massa. Karena bila hanya melihat pengertian media massa penjelasan masih menggantung dan belum tuntas. Media massa sendiri dalam kajian komunikasi massa sering dipahami sebagai perangkat-perangkat yang diorganisir untuk berkomunikasi secara terbuka dan pada situasi yang berjarak kepada khalayak luas dalam waktu yang singkat (McQuail, 2002:17). Komunikasi massa itu sendiri apa?

Beberapa definisi komunikasi massa, di antaranya:
  • Komunikasi massa adalah proses di mana informasi diciptakan dan disebarkan oleh organisasi untuk dikonsumsi oleh khalayak (Ruben, 1992)
  • Komunikasi massa adalah pesan-pesan yang dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlah orang. (Bittner, 1980)
  • Komunikasi massa adalah suatu proses dalam mana komunikator-komunikator menggunakan media untuk menyebarkan pesan-pesan secara luas, dan secara terus menerus menciptakan makna-makna yang diharapkan dapat mempengaruhi khalayak yang besar dan berbeda-beda dengan melalui berbagai cara. (DeFleur dan Denis, 1985)

Dari ketiga defenisi di atas dapat disarikan beberapa unsur yang terlibat dalam komunikasi massa. Yaitu: sumber, khalayak, pesan, proses, konteks, media. Komunikasi massa memiliki karakteristik tersendiri. Pertama, ditujukan pada khalayak yang luas, heterogen, anonim, tersebar dan tidak mengenal batas geografis-kultural. Kedua, bersifat umum, bukan perorangan atau pribadi. Kegiatan penciptaan pesan melilbatkan orang banyak dan terorganisasi. Ketiga, pola penyampaian bersifat cepat dan tidak terkendala oleh waktu dalam menjangkau khalayak yang luas. Keempat, penyampaian pesan cenderung satu arah. Kelima, kegiatan komunikasi terencana, terjadwal dan terorganisasi. Keenam, penyampaian pesan bersifat berkala, tidak bersifat temporer. Ketujuh, isi pesan mencakup berbagai aspek kehidupan manusia (ekonomi, sosial, budaya, politik dll).Ada yang beranggapan bahwa internet dikategorikan sebagai media massa. Tetapi bila melihat poin-poin di atas, tak dapat dikatakan bahwa internet itu disebut sebagai media massa. Penyebutan internet dapat menimbulkan generalisasi terhadap seluruh halaman-halaman informasi (situs) yang ada di dalamnya.

Padahal situs-situs yang ada di dalam internet itu sendiri tidak sedikit yang dikelola secara individu, tidak terjamin kecepatan dan keakuratannya, dan kadang isi tidak dapat dipertanggungjawabkan. Perbedaannya media massa itu tentu saja berada di bawah naungan sebuah orgainsasi atau perusahaan media massa, sehingga memiliki struktur dasar: redaksi/program, administrasi bisnis, produksi/technical supports.; tidak sembarangan orang menuangkan kreatifitasnya dalam suatu media massa, kecuali mereka yang benar-benar terlibat dalam organisasi media massa tersebut; media massa memiliki pasar khusus, pelanggan khusus dan bersaing.

Oleh karenanya, diperlukan pendekatan baru di dalam melihat fenomena komunikasi massa. Terobosan dapat dilakukan oleh beberapa pihak dalam memanfaatkan internet secara lebih bertanggung jawab dan dapat dipertanggungjawabkan, seperti dilakukan oleh media konvensional saat ini di tengah era konvergensi. Tetap saja saat ini dengan teori yang ada, dapat dikatakan bahwa internet (secara umum) belum bisa dikatakan sebagai media massa. Namun, ini bukanlah persoalan matematika yang hasilnya pasti sebagaimana ilmu eksakta. Ini adalah persoalan sosial dan bukan tidak mungkin teori berubah.

(Abdalah Gifar dan Hafiyyan)

Referensi
Ardianto, Elvinaro. 2004. Komunikasi Massa: Sebuah Pengantar. Bandung: Simbiosa.
Bland, Michael. 2001. Hubungan Media yang Efektif: Edisi Kedua. Jakarta: Erlangga.
Mulyana, Deddy. 2007, Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung:Rosda.
http://kuliah.dagdigdug.com diakses 08:00 am; 08/04/2009.
http://komunikasimassa-umy.blogspot.com 08:00 am; 08/04/2009.


video-entry

Labels

featured-content

featured-content

featured-content

featured-content